KETIKA EXCEL TIDAK MEMBERI SOLUSI – Belajar Microsoft Excel : Tips, Tricks & Tutorial

KETIKA EXCEL TIDAK MEMBERI SOLUSI

sebenarnya pengen ngasi judul CURHAT LEBARAN 2 namun saya takut nantinya ada CURHAT LEBARAN 3 🙁

UANG GAMBAR RIMA

 

 

sebelumnya saya cuwek dengan penyakit yang namanya demam berdarah, padahal sering liat beritanya lewat tipi, poster, koran maupun denger2 dari omongan sambil lalu. namun beberapa hari yang lalu ada yang membuat saya mempunyai pengalaman baru dengan penyakit iniAwalnya setelah kepulangan paksa si bungsu Daniyal dari RS beberapa hari kemudian si sulung Akhdia muntah2 dan badannya panas banget, sempet nggak masuk sekolah meski cuman 1 hari. Setelah itu selama seminggu si sulung dapat masuk sekolah, bermain seperti biasanya.

Namun demam dan muntah2 kembali kumat langsung saja bawa ke dokter umum tetangga … sehari semalam minum obat tapi sakitnya kayak nggak ada perubahan, malah panasnya sampai 40. Akhirnya saya bawa ke dokter spesialis anak yang biasa menangani anaka saya dari kecil. Sempet saya tanyakan apakah ini sakit DB??? namun dokter menjawab bintik merahnya cuman biang keringat biasa … kalo 3 hari nggak sembuh demamnya baru ada kemungkinan DB.

Sehari setelah minum obat kondisinya lumayan ada perbaikan, hingga saya berani meninggankan anak untuk urusan dinas sehari ke luar kota. pulang dari luar kota kondisi anak saya pun masih lebih baik dari saat pertama demam hingga pikiran saya agak tenang … paling nunggu pemulihan untuk sembuh. Namun malam kelima dari awal demam kondisi anak saya memburuk, tidurnya mengigau, minta minum terus, wajahnya pucat, keringat dingin mengucur dan pada pagi harinya tangan dan kakinya dingin, saya cek suhunya cuman 34. Langsung saya bawa ke dokter lagi, dengan naek motor butut kesayangan bareng mertua. Sampai di dokter nunggu antrian cukup lama. Saya pikir kondisi anak saya tidak terlalu berat hingga saya tidak menyela antrian, meski anak agak rewel. Sampai pada antrian saya masuk ke ruang periksa, saya ceritakan yang terjadi pada dokternya. Dokter langsung memeriksa suhu anak saya dan mengatakan kondisi anak saya sudah gawaaaaaaaaaaaaaaaaaattttttttttttttttt………………………. harus langsung masuk Rumah Sakit.

Berbekal surat pengantar dari dokter saya langsung membawa anak saya ke RS, di tengah jalan sempet di suruh brenti polantas … mertua saya nggak pake helm mau ditilang. Dengan tetap memacu motor saya saya katakan kalo ini darurat harus segera ke RS, syukur polantas mau mengerti dan melepas kami. Sampai di RS langsung masuk ke IGD, namun kondisi anak saya sudah parah (syok) hingga infus dengan cara biasa sudah tidak bisa dilakukan, harus dengan infus VS (entaghlagh kalo istilahnya salah), pembuluh darah dicari dengan membuat sayatan pada tangan anak saya untunglah masih bisa, meski saya harus menguatkan diri mendengar tangisan anak saya yang menjerit kesakitan minta tolong memanggil nama saya.

Sementara anak saya ditangani di IGD saya harus mendaftar di bagian administrasi … waduhhh ternyata kamar anak penuh dan haru masuk kamar dewasa … ya udah yang penting anak saya bisa opname. Masuk ke kamar anak saya semakin rewel, infus diganti tiap satu jam. ada dua kantong infus yang kemasanya laen, ndak pake botol plastik tapi pakai kantong plastik mirip kemasan kantong darah … entahlah namanya penjelasan perawat tidak dapat saya tangkap sama sekali.

Siangnya dokter yang menangani datang dan memberikan penjelasan pada saya, intinya DB anak saya sudah parah, dokternya juga berkata malam ini sampai besok siang akan di luar kota. Namun melihat kondisi anak saya say sedikit lega, tangan dan kaki mulai hangat pucatnya juga berkurang meski tetep rewel dan minta di kipasi terus. Sampai malam hari entahlah sudah berapa botol infus yang diberikan, anak saya perutnya mulai buncit dan selama di RS belum pipis, tidurnyapun mengigau. Perawat melaporkan kondisi anak saya pada dokter jaga, oleh dokter jaga diberi suntikan supaya bisa pipis. Setelah itu anak saya pun bisa pipis.

Setelah bisa pipis saya agak lega, namun perasaan itu segera sirna saat doketr memanggil saya. Berdasarkan saran dokter anak ayang menangani anak saya lewat telepon anak saya harus di rujuk ke RS yang lebih baik di luar kota. Saya tidak dapat memutuskan langsung karena panik dan sangat bingung, kebetulan ambulans juga tidak ada yang stand by semuanya keluar karena ada kecelakaan besar yang menyebabkan banyak korban yang harus di bawa pake ambulan.

Ditengah kebingungan saya coba untuk mencari pengobatan alternatif pada seorang kiai yang juga pernah mengobati anak bungsu saya sepulang dari RS kemarin. Berdasarkan pengalaman anak bungsu saya setelah ditangani dengan obat tradisional dan dibacakan surat kahfi tiap malam memang kondisinya ada perbaikan. Dari kiai tersebut saya mendapat air putih yang harus diminum dan di usapkan ke badan anak saya. Bismillaahirrohmaanirrohiim ……… saya minumkan dan usapkan ke badan anak saya, Alhamdulillah ……. anak saya merasa enak saat saya usapkan air tersebut. Entah kenapa sepertinya Allah memberikan ketetapan hati dan keyakinan pada saya hingga saya putuskan untuk tidak membawa anak saya berobat ke RS di luar kota. Malam itu saya mendampingi anak saya, menenangkannya saat rewel, mengipasi saat merasa gerah dan melayani semua kebutuhannya … sampai pagi menjelang.

Sebenarnya hari itu anak saya masih harus berada di ruang perawatan agar mudah diawasi kondisinya oleh perawat, namun anak saya kurang nyaman karena kondisi ruangan yang sempit dan panas serta tidak ada TV, akhirnya saya minta pada perawat agar anak saya dipindahkan ke kamar saja supaya lebih tenang.

Alhamdulillah … setelah hari itu kondisi anak saya terus membaik dan pada hari keenam setelah di rawat di RS oleh dokter dinyatakan boleh pulang. Pengalaman dalam satu bulan terakhir ini telah memberi saya banyak pelajaran. Anak2 adalah amanah dari Allah, bukan milik kita … kewajiban kita hanya menjaga dan mendidiknya agar mereka menjadi orang-orang yang soleh-soleha, yang selamat dunia akhirat, meski kita yang menghidupi mereka kehidupan mereka adalah anugerah Allah … yang hidup terus menerus mengurus makhluknya … Ya Allah berikanlah kami apa yang terbaik menurut Engkau …. wahai Dzat yang Mahamengetahui.

bingung cara downloadnya ??

Baca aja halaman download dengan klik icon di samping

feed , email and my social media

2 Comments

Jika sOdara menemukan sesuatu yang bermanpaat di marih .... silahkan kasih komennya